PPRQ

NGASEM - NGAJUM - MALANG - JATIM

Siapkan Guru Profesional dan Berkarakter


MALANG – Era teknologi menjadi tantangan guru saat ini. Untuk itu, Dinas Pendidikan (dindik) Kota Malang serius mengusung sejumlah program dalam menyiapkan para tenaga pendidik profesional yang paham teknologi.
Kepala Dindik Kota Malang Dra Zubaidah, MM menegaskan, di era sekarang ini, guru dituntut untuk menguasai pembelajaran. Peningkatan kualitas guru harus terus dilakukan supaya kompetensi yang dimiliki sesuai dengan perkembangan zaman.
“Dengan penguasaan materi, otomatis mereka akan berinovasi dalam mengembangkan media belajar yang tepat sehingga mudah diserap peserta didik,” kata Zubaidah.
Profesionalitas guru saja tidak cukup, menurut Ida, panggilan akrab Zubaidah, transfer nilai dan karakter juga amat penting. Guru menurutnya harus menjadi teladan dan inspirasi yang dicontoh dengan baik oleh anak didiknya.
“Disamping profesionalitas, yang kami genjot adalah pendidikan karakter, aplikasi langsungnya kemana. Ini kami imbau berawal dari guru dengan pembiasan hal kecil namun menyeluruh,” ujar Zubaidah.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan, karakter yang dimaksud diantaranya membiasakan guru datang lebih awal untuk menyambut siswa masuk kelas, berjabat tangan, antre dan tidak berjubel. Karakter seperti ini yang perlu dibangun oleh tenaga pendidik, sehingga mereka bisa menjadi suri tauladan, dengan contoh kecil itulah jika dilakukan setiap hari secara terus menerus kelak akan selalu tertanam di benak peserta didik. Selain itu juga mampu menumbuhkan sikap santun terhadap orang tua, guru maupun yang lebih tua.

Disisi lain, peningkatan kualitas dunia pendidikan di Kota Malang juga dilakukan melalui rotasi kepala sekolah sebagai langkah pemerataan. Program ini sekaligus nantinya juga berimbas pada penyetaraan guru hingga menghilangkan cap sekolah favorit.
“Setiap tahunnya kami mengadakan bimtek media pembelajaran yang dilombakan sehingga muncul kreativitas-kreativitas para guru, selanjutnya ini akan kami bawa ke tingkat provinsi hingga nasional, apabila menang akan diadakan bimbingan lanjutan,” terang Ida, sapaan akrabnya.
Tak hanya itu, berbagai pelatihan juga diberikan untuk meningkatkan kualitas guru. Seperti baru-baru ini, sekitar 400 tenaga pendidik mata pelajaran PKn dan Agama baik SD maupun SMP dikumpulkan di Hotel Balava guna menerima pembekalan. Ratusan guru tersebut mendapatkan pemaparan materi dari Walikota Malang, Kejaksaan, Kepolisian hingga Dandim terkait pola pembelajaran yang baik serta mengantisipasi tindak radikalisme di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, pelatihan kepada guru ini dilakukan rutin setiap satu tahun sekali guna membekali penguasaan mereka dalam berbagai bidang. Meskipun selama ini secara peta kompetensi, baik guru TK, SD, dan SMP menunjukkan hasil yang bagus, namun fakta di lapangan tetap harus selalu dipantau.
“Karena guru ini juga adakalanya situasional, lingkungan baik akan menghasilkan guru yang baik begitupun sebaliknya. Sama halnya ketika mereka lelah, capek atau sakit juga memengaruhi kualitas mengajarnya,” paparnya.
Menurutnya, dalam rangka pendidikan karakter itu dimulai dari guru. Untuk itu, diharapkan mereka memberikan contoh dan rutinitas yang baik serta mengevaluasinya. Selain ilmu yang wajib dikuasai, guru juga harus memiliki bekal kesabaran.
“Jangan sampai karena ketidaksabaran guru kondisi anak menjadi salah sasaran, sehingga menjadi tidak baik. Tetap sabar mendidik, membimbing serta melatih sesuai bakat dan minatnya agar siswa menemukan jati dirinya,” tegasnya.
Pembinaan yang tepat kepada peserta didik bisa melihatnya di rapor rekam jejak. Supaya guru tidak marah apabila ada muridnya yang kurang memahami mata pelajaran IPA atau Matematika, bisa jadi siswa tersebut memiliki bakat di bidang kesenian atau olahraga.
“Apabila memang demikian ya harus dipupuk bakatnya agar lebih berkembang, namun mata pelajaran lainnya tetap harus tuntas tidak harus mendapatkan nilai istimewa tetapi tuntas,” pungkas Ida.
Sementara itu, memperingati HUT PGRI ke-73 tahun, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang menyelenggarakan 8 agenda besar. Diantaranya Jalan Sehat, Simposium, Lomba Menyanyi Tunggal, Upacara HUT PGRI Provinsi, Tabur Bunga Ziarah, Upcara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), Bakti Sosial dan Puncak kegiatan pada Kamis (6/11) mendatang.
Ketua Pelaksana I Peringatan HUT PGRI ke-73 Tahun, Drs. Heny Suharyono, M.Pd, mengungkapkan, sebelum upacara HUT PGRI dan HGN semua anggota telah melaksanakan tabur bunga di tiga lokasi Taman Makam Pahlawan (TMP), antara lain Kecamatan Blimbing dan Klojen di TMP Suropati, Kecamatan Lowokwaru di Samaan, sementara Kecamatan Sukun dan Kedungkanding tabur ziarah ke Makam Sukun.
Kepala SDN Purwantoro 2 Malang ini menjelaskan, hari ini, upacara HGN akan digelar di Balai Kota Malang. Acara diikuti 10 pleton guru PGRI terdiri dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Kota Malang di Balai Kota Malang. Rangkaian HUT PGRI ke-73 tahun ini dirancang dengan lebih banyak kegiatan, bila tahun sebelumnya seminar kali ini diganti dengan symposium, bahkan sekarang juga ada Lomba Menyanyi Tunggal yang semua pesertanya dari para guru. (lin/adv/oci)

sumber : https://www.malang-post.com

Share
Updated: November 29, 2018 — 10:22 am
PPRQ © 2014 Frontier Theme